Paket Dengan Harga Tetap

Print friendly version   print friendly version

Permukaan mata terdiri atas epitel kornea dan epitel konjungtiva yang menutupi kornea dan permukaan-mata bagian depan. Penyakit Permukaan Mata (Ocular Surface Diseases, OSD) dialami akibat cedera atau cacat sel epitel kornea dan epitel konjungtiva, yang menyebabkan kebutaan. Penyebab langsung antara lain luka bakar karena bahan kimia dan panas, trakoma, dan sindrom Stevens Johnson.  
Suasana pembedahan: Pencangkokan Sel Induk Konjungtiva yang Dibiakkan akan dicangkokkan ke mata setelah mengiris pterigium

   
Ptergium - Sebelum dan sesudah operasi



Dulu, pengobatan OSD dengan pencangkokan kornea konvensional kurang berhasil karena Sel Induk Limbal (terdapat dalam epitel kornea yang sehat) dan Sel Induk Konjungtiva tidak dicangkokkan pada saat yang sama.

Berkat metode perintis dan teknik operasi baru, pencangkokan Sel Induk Limbal dan Sel Induk Konjungtiva sekarang merupakan bagian dari prosedur, yang ikut berperan dalam keberhasilan pencangkokan kornea pada kasus OSD. Untuk mencegah penolakan, sel induk limbal dan sel induk konjungtiva pasien dibiakkan di SERI Stem Cell Laboratory milik SNEC dan sel-sel ini dicangkokkan kembali ke mata pasien 2 minggu kemudian. Dengan metode ini, penolakan pencangkokan terhindarkan dan tingkat keberhasilan jauh lebih tinggi daripada menggunakan sel induk dari donor lain. 



Pusat penanganan kami

Singapore National Eye Centre (SNEC)



Mengapa memilih kami

Pusat Internasional Terkemuka
SNEC adalah salah satu dari segelintir rumah sakit mata di dunia yang menawarkan pencangkokan sel induk limbal yang dibiakkan, dan merupakan rumah sakit terkemuka dalam bidang pembiakan dan pencangkokan sel induk konjungtiva. Pencangkokan sel induk limbal dan sel induk konjungtiva yang dibiakkan telah digunakan untuk menangani pasien yang buta karena penyakit permukaan-mata dengan sel induk yang sudah rusak atau cacat. Para pasien ini beragam, dari yang cedera karena bahan kimia hingga yang kanker sampai yang buta akibat kecacatan sel induk secara umum.

Yang pertama di dunia
Pada Oktober 2001, para dokter ahli bedah SNEC untuk pertama kali melakukan Pencangkokan Sel Induk Konjungtiva yang Dibiakkan pada pasien yang menderita kelainan konjungtiva lokal yang umum, yang dikenal sebagai pterigium. Operasi ini diyakini sebagai yang pertama di dunia, karena belum ada orang lain yang mengembangkan konjungtiva pada saat itu.

Tingkat Keberhasilan yang Tinggi
Sejak saat itu, dalam uji-coba klinik yang ketat dan memenuhi etika, 22 pasien pengidap pterigium telah menerima pencangkokan sel induk biakan. Dalam semua kasus, pencangkokan ini telah berhasil mengangkat kembali mata ke permukaan setelah pembuangan pterigium. Sejak itu kami telah berhasil melakukan pencangkokan sel induk konjungtiva biakan autologus pada beberapa pasien yang mengidap kelainan permukaan-mata yang bervariasi, seperti tumor permukaan mata dan luka bakar akibat bahan kimia.

Pengobatan modern
Ini adalah teknik baru untuk menumbuhkan sel induk sendiri (diperoleh dari mata yang normal), yang bisa rusak oleh kondisi seperti cedera karena bahan kimia, pemakaian lensa kontak yang berlebihan, dan Sindrom Steven Johnson (kelainan alergi parah yang mempengaruhi mata). Sedikit jaringan diambil dari mata yang sehat, ditumbuhkan di laboratorium selama 2-3 minggu, lalu dicangkokkan ke permukaan yang rusak pada mata yang terkena penyakit.

Untuk keterangan dan membuat perjanjian, silakan menghubungi :
Singapore National Eye Centre
International Patient Service
Tel: (65) 6100 9393 Fax: (65) 6222 9393
Email: ips@snec.com.sg

Back to top
   
Using Lamellar Keratoplasty to perform a cornea transplant - before and after operation



Lamelar mengacu pada lamellae, atau lapisan (pada kornea). Pada kasus tertentu, apabila penyakit kornea tidak menembus seluruh ketebalan, maka hanya bagian atau lapisan yang terjangkit penyakit sajalah yang dibuang sebagian, lalu sebagian ketebalan kornea donor dipasangkan. Tindakan ini disebut Lamellar Keratoplasty (LK). Teknik yang lebih baru ini hanya memiliki sedikit efek samping, risiko penolakan lebih kecil, dan cangkok bisa bertahan lebih lama.

Karena rumitnya prosedur ini, hanya beberapa pusat pencangkokan yang menyediakan operasi semacam ini, dan SNEC adalah salah satu dari segelintir rumah sakit di kawasan ini yang melakukan operasi semacam ini. Sekitar 20% pencangkokan yang kami lakukan adalah cangkok lamelar.

Pencangkokan kornea yang tidak begitu lazim dapat dilakukan jika keadaannya mendesak, yakni untuk mengobati infeksi kornea yang parah, atau untuk "menambal" penipisan yang parah, cacat atau lubang di dalam kornea atau sklera (bagian putih pada mata) akibat cedera, radang, atau infeksi.

Semua pencangkokan kornea mengharuskan pasien memiliki saraf dan retina yang sehat di balik mata. 



Pusat penanganan kami

Singapore National Eye Centre (SNEC)



Mengapa memilih kami

Pengalaman yang Mendalam
Program Pencangkokan Kornea SNEC bekerja sama secara erat dengan Singapore Eye Bank [Bank Mata Singapura], yang menyediakan sejumlah besar kornea donor bermutu tinggi setiap tahun untuk pencangkokan. Dalam program ini, SNEC melakukan lebih dari 150 pencangkokan setahun.

Teknik Maju
Kami juga merupakan salah satu pusat pencangkokan terkemuka di dunia yang menyediakan teknik LK baru yang maju, pencangkokan stem cell, dan Operasi Osteo- Odonto Keratoprosthesis (OOKP), operasi mata yang radikal dan mungkin yang paling rumit dewasa ini.

Teknologi Baru
Beberapa teknologi baru kami meliputi pencangkokan membran amniotik manusia, pencangkokan dan pembiakan stem cell mata manusia, dan pengembangan Kornea Artifisial, termasuk Operasi OOKP, yang umum disebut operasi "tooth-in-eye" [gigidalam- mata] dan digunakan untuk penyakit kornea parah tahap-akhir.

Tingkat Keberhasilan yang Tinggi
Secara keseluruhan, tingkat keberhasilan pencangkokan kornea yang dilakukan di SNEC melampaui 90%. Tingkat keberhasilan kami untuk pencangkokan rutin-normal sekitar 90% pada tahun pertama (sebagian besar komplikasi, jika ada, terjadi dalam tahun pertama pencangkokan). Tingkat keberhasilan pencangkokan lamelar hampir mendekati 100%, karena risiko penolakan pencangkokan bisa dikatakan nol pada pencangkokan semacam ini.

Bank Mata Berakreditasi Internasional
Semua kornea yang dicangkokkan di pusat kami bermutu istimewa dan berasal dari Singapore Eye Bank (SEB), yang memperoleh kornea dari donor lokal dan dari bank mata berakreditasi internasional di A.S. Rata-rata masa tunggu untuk kornea donor adalah satu atau dua minggu. Kornea donor tersedia bagi warga Singapura dan non- Singapura yang menjalani pencangkokan kornea di Singapura.

Untuk keterangan dan membuat perjanjian, menghubungi :
Singapore National Eye Centre
International Patient Service
Tel: (65) 6100 9393 Fax: (65) 6222 9393
Email: ips@snec.com.sg

Back to top
Back to top
Back to top