print friendly version
Testimoni & Cerita Sukses PasienKamis, 16 Febuari 2006'Kankerku, Pilihan-pilihanku'Berusia 46 tahun, pada puncak karirnya sebagai Wakil Presiden Keuangan di Danone-Aqua, hidup Parmaningsih berbalik arah secara tidak terduga.Di bulan Juli 2001, warganegara Indonesia ini mendapati bahwa ia menderita kanker payudara yang sudah mecapai tahapan ke 3. Ia lalu berkonsultasi pada beberapa dokter spesialis di Jakarta.Setelah disarankan oleh seorang ahli onkologi dari Indonesia, ia berkunjung ke Singapura yang memiliki reputasi sebagai pusat perawatan kesehatan yang berkualitas yang terdekat dengan negara asalnya. Cerita dari Parmaningsih ini bukanlah sesuatu yang baru. Lebih dari 150,000 pasien asing datang ke Singapura setiap tahunnya untuk menjalani berbagai macam jenis pengobatan, dan angka ini diperkirakan akan mencapai 1 juta pada 2012.Merasa tidak puas hanya dengan opini seorang dokter spesialis saja dan merasa was-was untuk membayar biaya pengobatan yang tidak ada gunanya, ia berusaha mencari pendapat dokter-dokter lainnya. Di Singapura, Parma mendapati bahwa dengan tahapan yang sudah dicapai untuk kankernya, obat-obatan maupun vitamin-vitamin yang direkomendasikan oleh seorang dokter spesialis bukanlah jalan keluarnya. Pembedahan payudaralah yang harus ia jalani, dan yang lebih baik lagi, ia pun dapat memilih untuk menjalankan prosedur rekonstruksi payudara pada saat yang bersamaan. 'Pada saat itu, Singapura merupakan salah satu dari hanya beberapa tempat yang menawarkan tehnik terbaru untuk menggantikan payudara yang telah dibuang. Saya ingin yang terbaik untuk tubuh saya.''Saya merasa bahwa berkonsultasi kepada beberapa dokter spesialis kanker sangatlah penting dan tidak bergantung hanya kepada satu orang saja. Para pasien perlu berkonsultasi kepada beberapa ahli onkologi (spesialis kanker) dan mengerjakan pekerjaan rumah mereka untuk mendapatkan keterangan yang penting mengenai perawatan yang sesuai untuk setiap tahapan kanker', saran Parmaningsih (Parma).Parma memilih untuk menjalani masektomi yang berlangsung 12 jam bersama dengan pembedahan rekonstruksi yang tersedia di Pusat Kanker Nasional Singapura (National Cancer Centre Singapore) dan Rumah Sakit Umum Singapura (Singapore General Hospital). Masektomi meliputi pembuangan seluruh payudara secara bedah. Kadangkala, ahli bedah akan juga membuang kelenjar atau jaringan getah bening di sekitar ketiak, tergantung dari jenis kanker payudaranya.Rekonstruksi payudaraUntuk kasus Parma, rekonstruksi payudara dilaksanakan langsung setelah masektomi dalam operasi yang sama. Payudara direkonstruksikan dengan mengisi kulit payudara dengan jaringan yang berasal dari perut bagian bawah. Tahap pertama meliputi proses pembentukan payudara dan yang kedua, pembentukan bagian putting dan areola.Berdasarkan para ahli, metode TRAM flap adalah metode yang paling sering digunakan untuk proses rekonstruksi payudara dan metode ini menggunakan jaringan kulit dan lemak yang berasal dari perut bagian bawah. Bagian tepinya mendapatkan nutrisi dari darah yang berasal dari salah satu otot perut yang dipasangkan. Bagian puting dibuat dengan menggunakan jaringan pada kulit payudara yang lama atau dengan potongan kecil dari puting satunya. Warna gelap dari bagian puting dan areola dihasilkan dengan memindahkan kulit dari daerah selangkanan ataupun labia, atau dengan menggunakan tato.Karena jaringan hidup yang dipakai, keuntungannya adalah hangat dan lunak. 'Terasa seperti payudara normal,' kata Parma yang merasa sangat puas dan terkejut senang. Keunggulan lainnya adalah dia menerima abdominoplasti pada saat yang sama.Selamat dari kankerSetelah pembedahan, Parma kembali ke Singapura untuk menjalani tindakan lanjutan setiap bulannya dan sekarang ini ia hanya dating ke Pusat Kanker Nasional Singapura (National Cancer Centre Singapore) setiap 6 bulan sekali. Merasa berterimakasih untuk kehidupan barunya, ia telah kembali ke sibuknya kehidupan kerja dengan semangat yang baru. Pengalamannya juga telah mengajarkannya bahwa bahkan memiliki hidup yang 'biasa saja' pun adalah sesuatu yang berharga, dan kanker sudah memberikannya pilihan-pilihan untuk mendapatkan yang terbaik dari hidupnya.