Pengenalan
Visi, Misi & Prinsip Dasar
Prestasi di Bidang Medis
Testimoni & Cerita Sukses Pasien
Tajuk Media
International Patients
>
Bahasa Indonesia
>
Tentang Kami
>
Tajuk Media
print friendly version
Tajuk Media
3 Maret 2006
Singapura - Tim pemimpin penemuan Kanker Perut
SINGAPURA, berkerja sama dengan pusat-pusat kanker utama di seputar wilayah ini, telah berhasil menemukan sebuah peta molekular untuk kanker perut. Hasil ini disebutkan akan menjadi awal mula untuk menghasilkan pengobatan yang lebih ampuh untuk memerangi kanker perut, penyakit yang dianggap paling menakutkan di Asia.
Ahli-ahli riset di
National Cancer Centre (NCC)
memimpin tim internasional yang terdiri dari ahli-ahli riset daripada Universitas Hong Kong, Universitas Tokyo dan Pusat Kanker Peter MacCullum di Australia.
Penelitian ini mencakup lebih dari 300 sampel jaringan tumor ganas dan menganalisa lebih dari 20 juta interaksi dari gen-gen yang berbeda. Dan pada akhirnya, tim ini berhasil menemukan hasil yang berarti.
Beberapa contoh penemuan mereka antara lain, menemukan kunci daripada perubahan molekul yang menyebabkan sel dapat membelah tanpa kontrol dan berubah menjadi jaringan usus - yang sering kali menjadi penyebab terjadinya kanker.
Selain daripada itu, tim ini juga berhasil medapatkan informasi mengenai aktivitas gen jenis tertentu, yang menjelaskan mengapa beberapa pasien dapat bertahan hidup lebih lama - bagian dari teka-teki yang selama ini sulit terjawab.
Penelitian ini dikepalai oleh Dr Patrick Tan, investigator utama di NCC dan ketua grup Genome Institute di Singapura.
'Kita harus memperoleh pengetahuan jaringan gen secara lengkap, dan bukan hanya gen secara individual; kita harus mengetahui mengapa ada bagian-bagian tertentu yang dapat menghidupkan sel kanker dan tidak mampu menahannya.'
'Salah satu tantangan kritis yang kami hadapi dalam pengobatan kanker perut ini adalah ketidakmampuan kami untuk mengumpulkan penjelasan dari segi molekular terhadap penyakit ini dan juga penjelasan akan masalah yang ditimbulkan karena adanya protein yang menyimpang dalam sel-sel kanker, maupun penyebab-penyebab lainnya.'
Hasil kerja mereka juga telah dimasukan ke dalam jurnal Cancer Research yang dipublikasikan oleh American Association for Cancer Research.
Professor Soo Khee Chee, direktur daripada pusat kanker ini, menjelaskan bahwa hasil kerja mereka akan sangat membantu dokter dalam tugas mereka melawan kanker dengan lebih efektif.
'Kolaborasi internasional dalam skala besar akan sangat berperan untuk mencapai penelitian yang lebih mendalam. Kerja sama tersebut memungkinkan adanya observasi sel kanker yang tidak terbatas pada penelitian individu.'
'Penelitian global yang mendalam akan menghasilkan tercapainya tahap pengetahuan medis yang baru, terutama dalam mengetahui karakter kanker perut tertentu.'
Kanker perut adalah penyakit yang cukup lazim di Asia. Akan tetapi belum banyak penelitian dilakukan untuk penyakit ini, terutama dari negara-negara Barat seperti Amerika Serikat. Penemuan oleh dari ahli riset di Singapura ini adalah suatu keberhasilan yang tentunya akan sangat membantu.
Hasil penemuan lainnya oleh National University Hospital bekerja sama dengan National University of Singapore, adalah ditemukannya suatu jenis protein dalam lambung penderita kanker perut, yang merupakan penemuan pertama di dunia.
Protein yang ditemukan, protein telomerase, ditemukan pada 96 persen penderita kanker yang dipelajari dalam grup percobaan tersebut. Delapan dari sepuluh penderita kanker perut menunjukkan bahwa protein tersebut tidak hanya terdapat dalam jaringan kanker, tetapi juga dalam cairan perut.
Telomerase juga disimpulkan sebagai penyebab daripada pertumbuhan sel yang tidak terkontrol, karakter utama dari kanker.
Dr Jimmy So, seorang konsultan di departmen bedah rumah sakit, salah seorang ahli riset kunci dalam usaha ini, mengatakan bahwa, hasil penemuan dalam negeri tersebut merupakan salah satu penemuan yang telah berhasil mendeteksi adanya enzim diluar jaringan yang terpengaruh. Hal ini akan memudahkan usaha selanjutnya dalam mendeteksi kanker.
'Langkah selanjutnya adalah untuk mendeteksi adanya sel kanker melalui sampel kotoran ataupun darah. Apabila hal ini dapat dilakukan, pasien tidak akan perlu lagi menjalani endoskopi (cara pendeteksian dengan menggunakan pipa kecil untuk melihat isi perut). Hal ini akan tentunya akan memudahkan diagnosa'
MORE STORIES...
Mimpi Indah Kembali
Ahli Onkologi NCCS Memenangkan Penghargaan ASCO yang Bergengsi untuk Kedua Kalinya